Konsep Berubah Menurut Lippit (1973)

0
63

ePerawat.com Kali ini kita akan membahas seputar konsep berubah menurut Lippit. Berbeda dengan Kurt Lewin, Rogers, Bennis, dan tokoh lainnya, ia mengelompokkan tahapan berubah kedalam tujuh tahapan.

Konsep Berubah Menurut Lippit

Lippit (1973) memandang teori perubahan dapat dilaksanakan dari tinjauan sebagai seorang pembaharu, dengan memperkenalkan terjadinya perubahan, sehingga terdapat beberapa langkah yang ditempuh untuk dapat mengadakan pembaharuan.

Lippit (1973) mendefinisikan perubahan sebagai sesuatu yang direncanakan atau tidak direncanakan terhadap status quo dalam individu, situasi atau proses, dan dalam perencanaan perubahan yang diharapkan, disusun oleh individu, kelompok, organisasi atau sistem sosial yang memengaruhi secara langsung tentang status quo, organisasi lain, atau situasi lain. Tidak seorang pun bisa lari dari perubahan. Pertanyaannya adalah bagaimana seseorang mengatasi perubahan tersebut?

7 Tahapan Berubah Menurut Lippit

Kunci dalam menghadapi perubahan adalah mengidentifikasi tujuh tahap dalam proses perubahan. Tujuh tahap tersebut (menurut Lippit) adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan masalah/diagnosis

Pada tahap menentukan masalah, setiap individu yang terlibat dalam perubahan harus membuka diri serta menghindari keputusan sebelum semua fakta dapat dikumpulkan. Individu yang terlibat harus sering memikirkan dan mengetahui apa saja yang salah serta berusaha menghindari data – data yang dianggap tidak sesuai. Semakin banyak informasi tentang perubahan, maka semakin akurat data yang dapat diidentifikasi sebagai pokok masalah. Semua orang yang mempunyai kekuasaan harus diikutkan sedini mungkin dalam proses perubahan tersebut agar proses perubahan menjadi lebih mudah.

  1. Mengkaji motivasi dan kapasitas perubahan

Perubahan merupakan sesuatu yang mudah, tetapi keberhasilan suatu perubahan memerlukan usaha yang ekstra. Perubahan dalam mencapai tujuan yang lebih baik memerlukan kerja keras dan komitmen tinggi dari semua orang yang terlibat di dalamnya. Pada tahap pengkajian motivasi dan kapasitas perubahan, semua orang yang terlibat dan lingkungan yang tersedia harus dikaji tentang kemampuan, hambatan yang mungkin timbul, dan dukungan yang akan diberikan. Mengingat mayoritas praktik keperawatan berada pada suatu organisasi/instansi, maka struktur organisasi harus dikaji apakah peraturan yang ada, kebijakan, budaya organisasi, dan orang yang terlibat akan membantu proses perubahan atau justru menghambatnya. Fokus perubahan pada tahap ini adalah mengidentifikasi faktor – faktor yang mendukung dan menghambat terhadap proses perubahan tersebut.

  1. Mengkaji motivasi agen pembaru dan sarana yang tersedia

Pada tahap ini, juga diperlukan suatu komitmen dan motivasi manajer dalam melakukan proses perubahan. Pandangan manajer tentang perubahan harus bisa diterima oleh staf lainnya serta dapat dipercaya. Manajer harus mampu menunjukkan motivasi yang tinggi dan keseriusan dalam pelaksanaan perubahan dengan selalu mendengarkan masukan – masukan dari staf dan selalu mencari solusi yang terbaik.

  1. Menyeleksi tujuan perubahan

Pada tahap menyeleksi tujuan perubahan, rencana kegiatan perubahan harus disusun sebagai suatu kegiatan secara operasional, terorganisasi, berurutan, kepada siapa perubahan akan berdampak, dan kapan waktu yang tepat untuk dilaksanakan. Hal – hal seperti itu harus sudah disiapkan terlebih dahulu. Untuk itu, diperlukan suatu target waktu serta perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu sebelum menentukan efektivitas perubahan.

  1. Memilih peran yang sesuai dilaksanakan oleh agen pembaru

Pada tahap ini, perlu ada suatu pemilihan seorang pemimpin atau manajer yang ahli dan sesuai di bidangnya. Manajer tersebut akan dapat memberikan masukan dan solusi yang terbaik dalam perubahan serta dia bisa berperan sebagai seorang mentor yang baik.  Perubahan bisa berhasil dengan baik, bila manajer dan stafnya mempunyai pemahaman yang sama dan memiliki kemampuan dalam melaksanakan perubahan tersebut.

  1. Mempertahankan perubahan yang telah dimulai

Sekali kegiatan perubahan telah dilakukan, maka harus dipertahankan dengan komitmen yang ada. Komunikasi harus terbuka antara manajer dengan stafnya, setiap ada sesuatu hal harus diinformasikan agar setiap pertanyaan atau permasalahan yang terjadi dapat diambil solusi yang terbaik oleh kedua belah pihak.

  1. Mengakhiri bantuan

Selama proses mengakhiri perubahan, harus selalu diikuti perencanaan yang matang dan berkelanjutan dari seorang manajer. Hal ini harus dilakukan secara bertahap supaya individu yang terlibat mempunyai peningkatan tanggung jawab dapat mempertahankan perubahan yang telah terjadi. Manajer harus bersedia menjadi konsultan dan secara aktif terus terlibat dalam kegiatan perubahan tersebut.

Baca juga  Konsep Berubah Menurut Bennis (1965)

Seperti itulah konsep perubahan menurut Lippit (1973) yang membagi tahap – tahapan dalam proses perubahan menjadi 7 tahap. Nantikan artikel seputar kesehatan lainnya hanya di ePerawat.com.

Sumber:

Kurniadi, Deby. 2018. Konsep Berubah Menurut Lippit (1973). Kudus: ePerawat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here