Dua Refleks saat Eliminasi Fekal/Defekasi

0
130

ePerawat.com Kali ini kita akan membahas seputar refleks apa saja yang terjadi saat kita melakukan eliminasi fekal/defekasi. Refleks ini selalu berlangsung saat kita membuang sisa metabolime melalui anus (Buang Air Besar/BAB).

Defekasi adalah pengeluaran feses dari anus dan rektum. Hal ini juga disebut Bowel Movement. Frekuensi defekasi pada setiap orang sangat bervariasi dari sekitar 3 kali per minggu bahkan ada orang yang terbiasa melakukan defekasi pada setiap harinya. Banyaknya feses juga bervariasi setiap orang. Ketika gelombang peristaltik mendorong feses kedalam kolon sigmoid dan rektum, saraf sensoris dalam rektum dirangsang dan indifidu menjadi sadar terhadap kebutuhan untuk defekasi. Defekasi biasanya dimulai oleh dua refleks defekasi yaitu:

1. Refleks Defekasi Instrinsik

Ketika feses masuk ke dalam rektum, terjadi pengembangan dinding rektum memberi suatu sinyal yang menyebar melalui pleksus mesentrikus untuk memulai gelombang peristaltik pada kolondesenden, kolon sigmoid, dan didalam rektum. Sinyal-sinyalnya parasimpatis ini meningkatkan gelombang peristaltik, melemaskan spingter anal internal dan meningkatkan refleks defekasi instrinsik. Spingter anal individu duduk di toilet atau bedpan, spingter anal eksternal tenang dengan sendirinya. Pada saat pengeluaran fekal/feses dibantu oleh kontraksi otot-otot perut dan diafragma yang akan meningkatkan tekanan abdominal dan oleh kontraksi muskulus levator ani pada dasar panggul yang menggerakkan feses melalui saluran anus.

Saat defekasi normal dipermudah dengan refleksi paha yang meningkatkan tekanan di dalam perut dan posisi duduk yang meningkatkan tekanan kebawah kearah rektum. Jika refleks defekasi diabaikan atau jika defekasi dihambat secara sengaja dengan mengkontraksikanmuskulus spingter eksternal, maka rasa terdesak untuk defekasi secara berulang dapat menghasilkan rektum meluas untuk menampung kumpulan feses.

2. Refleks defekasi parasimpatis

Feses yang masuk menuju rektum akan merangsang saraf rektum yang kemudian diteruskan ke spinal cord. Dari spinal cord kemudian dikembalikan ke kolon descenden, sigmoid dan rectum yang menyebabkan intensifnya peristaltic dan relaksasi sfingter interna dan eksterna, maka terjadilah defekasi.

Baca juga  Fisiologi Defekasi/Eliminasi Fekal

Seperti itulah pembahasan seputar refleks saat eliminasi fekal/alvi, yaitu: refleks defekasi intrinsik dan refleks defekasi parasimpatik. Nantikan pembahasan seputar kesehatan lainnya hanya di artikel ePerawat.com.

Sumber:

Kurniadi, Deby. 2018. Dua Refleks saat Eliminasi Fekal / Defekasi. Kudus: ePerawat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here