Sejarah dan Perkembangan Keperawatan di Indonesia (Sebelum Kemerdekaan)

0
589

ePerawat.com kali ini kita akan berbagi ilmu tentang sejarah dan perkembangan keperawatan di Indonesia. Sejarah dan perkembangan keperawatan di Indonesia dapat dikelompokkan dalam dua periode, yaitu pada: masa sebelum kemerdekaan dan masa sesudah kemerdekaan.

Sejarah dan Perkembangan Keperawatan di Indonesia (Sebelum Kemerdekaan)

Pada masa sebelum kemerdekaan, sejarah dan perkembangan keperawatan di Indonesia dapat kita kelompokkan menjadi dua, yaitu: masa penjajahan Belanda – Inggris dan masa penjajahan Jepang. Berikut sejarah singkatnya:

Masa Penjajahan Belanda – Inggris

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut biasa disebut dengan Verpleger, sedangkan orang yang membantu menjaga orang sakit disebut Zieken Oppaser. Verpleger dan Zieken Oppaser ditugaskan pada Rumah Sakit Binnen Hospital di Jakarta. Rumah Sakit Binnen Hospital didirikan pada tahun 1799 dengan tujuan untuk memelihara kesehatan staf dan tentara Belanda. Pada waktu itu, pemerintah Belanda berusaha membentuk Dinas Kesehatan Tentara dan Dinas Kesehatan Rakyat. Salah satu usaha Deandels dalam hal ini adalah mendirikan rumah sakit di daerah lain, yaitu: di Semarang dan Surabaya. Karena tujuan pendirian Rumah Sakit ini hanya untuk kepentingan tentara belanda, maka tidak diikuti dengan perkembangan keperawatan.

Sebaliknya, Gubernur Jenderal Inggris yang bernama Raffless, sangat memperhatikan kesehatan rakyat. Semboyannya adalah kesehatan adalah milik manusia, ia melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki derajat kesehatan penduduk pribumi antara lain mengadakan pencacaran umum, membenahi cara perawatan pasien gangguan jiwa serta memperhatikan kesehatan dan perawatan para tahanan.

Setelah pemerintahan kembali ke tangan belanda kembali, usaha peningkatan kesehatan mulai ada peningkatan. Pada tahun 1819 di Jakarta didirikan beberapa rumah sakit, salah satunya adalah Rumah Sakit Stadverband yang berlokasi di Glodok Salemba yang sekarang bernama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Saat ini RSCM telah menjadi rumah sakit pusat rujukan nasional dan pendidikan nasional. Pada kurun waktu 1816-1942 berdiri bebrapa rumah sakit swasta milik Misionaris Katolik dan Zending Protestan antara lain Rumah sakit PGI Cikini, Rumah Sakit St. Carolus Salemba, Rumah Sakit St. Boromeus Bandung dan Rumah Sakit Elisabeth Semarang.

Baca juga  Sejarah dan Perkembangan Keperawatan di Indonesia (Setelah Kemerdekaan)

Bersamaan dengan berdirinya rumah sakit diatas, didirikan juga sekolah perawat, yaitu: RS PGI Cikini tahun 1906 menyelenggarakan pendidikan juru rawat, RSCM tahun 1912 ikut menyelenggarakan pendidikan juru rawat. Itulah sekolah perawat pertama yang berdiri di Indonesia meskipun baru pendidikan okupasional.

Masa Penjajahan Jepang

Setelah kekalahan tentara sekutu dan kedatangan tentara Jepang tahun 1942-1945 menyebabkan perkembangan keperawatan di Indonesia mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan pekerja perawat pada masa Belanda dan Inggris sudah dikerjakan oleh perawat yang telah dididik, maka pada masa Jepang tugas perawat dilakukan oleh mereka yang tidak dididik untuk menjadi perawat.

Seperti itulah sejarah singkat dan perkembangan keperawatan di Indonesia sebelum masa kemerdekaan. Untuk artikel sejarah dan perkembangan keperawatan di Indonesia setelah masa kemerdekaan akan kami share di artikel berikutnya (klik disini). Nantikan artikel seputar kesehatan hanya di ePerawat.com.

Sumber:

Kurniadi, Deby. 2018. Sejarah dan Perkembangan Keperawatan di Indonesia. Kudus: ePerawat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here