Teori Keperawatan Dorothea E. Orem

0
277

ePerawat.com Kali ini kita akan membahas tentang teori keperawatan Dorothea E. Orem. Dorothea E. Orem dan Dorothy E. Johnson bukanlah orang yang sama, meskipun sama-sama seorang tokoh keperawatan. Dorothea E. Orem terkenal dengan teori keperawatan tentang teori defisit perawatan diri sedangkan Dorothy E. Johnson teori model sistem perilaku keperawatan. Jadi jangan sampai salah membedakannya ya!

Biografi Singkat

Lahir di Baltimore, Maryland pada tanggal 15 Juli 1914, Dorothea Eliazbeth Orem dikenal sebagai salah satu ahli teori keperawatan terkemuka di Amerika. Dorothea E. Orem dikenal sebagai penteori defisit perawatan diri. Pada usia 92 tahun, kehidupan Orem pun harus berakhir, dia meninggal pada tanggal 22 Juni 2007.

Pendidikan

Dorothea E. Orem mengawali karir di bidang keperawatan saat ia menerima gelar diploma di Providence Hospital School of Nursing (Washington) pada tahun 1934. Dia kemudian meraih gelar sarjana (B.S.) di Catholic University of America pada tahun 1939. Pada tahun 1946, Orem meraih gelar master keperawatan (M.S.) di Catholic University of America.

Sejarah Terciptanya Teori

Singkat cerita pada tahun 1958 – 1960, saat ia bekerja pada proyek pelatihan untuk meningkatkan kemampuan perawat praktisi, keingintahuan Dorothea Orem terangsang: Apakah masalah pokok keperawatan itu? Upaya menjawab pertanyaan tersebut tertuang dalam bukunya yang berjudul “Guides for Developing Curricula for the Education of Practical Nurses”. Dia kemudian melanjutkan mengambangkan konsep keperawatan dan perawatan diri. Dalam mengembangkan Teori Keperawatan Defisit Perawatan (SCDNT), pematangan konsep ini kadang dilakukan sendiri dan kadang bersama rekannya. Buku Dorothea E. Orem lainnya adalah Nursing: Concepts of Practice.

Awalnya, Orem mengakui bahwa keperawatan adalah terdepan sebagai bidang praktik, maka diperlukan sebuah tubuh pengetahuan keperawatan yang terstruktur dan terorganisasi. Dari tahun 1950an ketika pertama kali ia menyampaikan definisi keperawatan sampai menjelang kematiannya, ia mengejar pengembangan struktur teoritis yang akan berfungsi sebagai kerangka pengorganisasian untuk tubuh pengetahuan seperti itu.

Baca juga  Motivasi Dalam Perubahan

Hingga akhirnya, Dorothea Orem meninggal dunia pada tahun 2007. Persembahan oleh rekan-rekan terdekat Dorothea Orem ditampilkan dalam jurnal resmi IOS, tentang Self-Care, Dependent-Care Nursing (SCDCN).

Konsep Utama Teori Keperawatan Dorothea E. Orem

Pada tahun 2001, Dorothea Orem mengatakan bahwa “keperawatan merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang diselenggarakan untuk memberikan perawatan langsung kepada orang – orang yang benar – benar membutuhkan perawatan langsung. Titik awal ide tentang Teori Keperawatan Defisit Perawatan (SCDNT) adalah berawal dari pertanyaan berikut: “kondisi seperti apa yang menunjukkan bahwa seseorang memerlukan perawatan?”

Teori keperawatan defisit perawatan diri adalah sebuah teori umum yang terdiri dari empat teori yang saling berkaitan, yaitu:

  • Teori keperawatan diri
  • Teori ketergantungan perawatan
  • Teori defisit perawatan diri
  • Teori sistem keperawatan

Teori Perawatan Diri

Perawatan diri terdiri atas kegiatan praktik yang mendewasakan dalam kerangka waktu atas nama mereka sendiri dalam rangka mempertahankan kehidupannya, memfungsikan kesehatan, melanjutkan pengembangan pribadi dan kesejahteraan dengan cara memenuhi persyaratan.

Syarat – Syarat Perawatan Diri

Syarat perawatan diri terbagi dua element yaitu: faktor yang akan dikendalikan dan sifat tindakan yang diperlukan. Sedangkan syarat perawatan diri secara universal sebagaik berikut:

  • Pemeliharaan udara yang cukup
  • Pemeliharaan makanan yang cukup
  • Pemeliharaan air yang cukup
  • Penyediaan perawatan tentang proses eliminasi dan kotoran
  • Pemeliharaan keseimbangan aktivitas dan istirahat
  • Pencegahan bahaya
  • Promosi fungsi dan perkembangan manusia dalam kelompok sosial sesuai potensi

Syarat Peraawatan Diri Perkembangan atau development self-care requisites (DSCR) terdiri dari:

  • Penyediaan kondisi yang mempromosikan perkembangan
  • Keterlibatan dalam perkembangan diri
  • Pencegahan dari hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan manusia

Sedangkan untuk syarat perawatan diri penyimpangan kesehatan adalah syarat perawatan diri untuk orang sakit atau terluka. Jadi harus disesuaikan dengan kondisi patologis, termasuk defek dan disabilitas dan berada dibawah diagnosis dan pengobatan medis.

Baca juga  Konsep Berubah Menurut Bennis (1965)

Teori Ketergantungan Perawatan

Teori ini menjelaskan tentang bagaimana anggota keluarga atau teman-teman memberikan perawatan untuk orang yang ketergantungan secara sosial. Ketergantungan perawatan ini mengacu pada perawatan yang diberikan pada seseorang karena usia atau faktor yang berhubungan tidak dapat melakukan perawatan diri sendiri.

Teori Defisit Perawatan Diri

Defisit perawatan diri merupakan suatu hubungan antara tuntutan perawatan diri terapeutik individual dan kekuatan agen perawatan diri, dimana kemampuan perawatan diri yang telah dikembangkan di dalam agen perawatan diri tidak bisa dioperasikan atau tidak memadai. Sedangakan, defisit ketergantungan perawatan merupakan hubungan saat agen penyedia ketergantungan perawatan tidak cukup untuk memenuhi permintaan perawatan diri terapeutik.

Teori Sistem Keperawatan

Dorothea E. Orem mengungkapkan bahwa sistem keperawatan merupakan seri dan urutan tindakan praktis perawat yang disengaja untuk mengetahui dan memenuhi komponen tuntutan perawatan diri terapeutik pasien. Tujuan lain sistem keperawatan adalah untuk melindungi dan mengatur pelaksanaan atau pengembangan agen perawatan diri pasien.

Serangkaian tindakan berurutan yang jika dilakukan akan mengatasi keterbatasan kesehatan individu disebut dengan metode pertolongan. Perawat menggunakan semua metode dan menggabungkan metode tersebut dalam upaya tindakan penanganan pertolongan. Tindakannya antara lain: bertindak; membimbing dan mengerahkan; memberikan dukungan fisik atau psikologis; menyediakan dan memelihara lingkunganyang mendukung pengembangan pribadi; serta pengajaran.

Faktor yang mempengaruhi

Faktor yang mempengaruhi nilai permintaan perawatan diri antara lain: usia, jenis kelamin, kondisi perkembangan, kondisi kesehatan, pola hidup, sistem perawatan kesehatan, sistem keluarga, sosial – budaya, ketersediaan sumber daya dan yang terakhir faktor lingkungan eksternal.

Permintaan Perawatan Diri Terapeutik

Suatu permintaan perawatan diri dengan tujuan pemenuhan kebutuhan dasar pasien sesuai dengan tanda dan gejala yang ditampilkan oleh pasien. Beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Mengatur dan mengontrol jenis kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh pasien dan cara pemberian ke pasien
  • Meningkatkan kegiatan yang bersifat menunjang pemenuhan kebutuhan dasar seperti promosi dan pencegahan untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien sesuai dengan taraf kemandiriannya
Baca juga  Teori Keperawatan Florence Nightingale

Permintaan Ketergantungan Perawatan

Penjumlahan dari langkah – langkah perawatan pada suatu waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri terapeutik ketergantungan ketika agen perawatan tidak memadahi untuk melakukan perawatan terhadap dirinya.

Agen Perawatan Diri

Agen perawatan diri adalah kemampuan seseorang yang diperoleh secara kompleks untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan mereka yang terus-menerus.

Agen Ketergantungan Perawatan

Agen ketergantungan perawatan adalah kemampuan seseorang yang diperoleh untuk mengetahui dan memenuhi permintaan perawatan diri terapeutik dari orang yang ketergantungan perawatan diri.

Agen Keperawatan

Agen keperawatan adalah kemampuan yang dikembangkan dari orang – orang yang dididik sebagai perawat dalam kerangka hubungan interpersonal yang sah untuk bertindak, mengetahui dan membantu orang – orang untuk memenuhi perawatan diri.

Sumber Pustaka:

Kurniadi, Deby. 2019. Teori Keperawatan Dorothea E. Orem. Kudus: ePerawat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here