Teori Keperawatan Florence Nightingale

0
18

ePerawat.com Kali ini kita akan membahas seputar teori keperawatan Florence Nightingale. Berikut teori dan sejarah singkat terciptanya teori keperawatan Florence Nightingale.

Teori Keperawatan Florence Nightingale

Biografi Singkat

Florence Nightingale adalah tokoh yang dikenal sebagai “Ibu Keperawatan Modern”. Ia lahir di Florence, Italia pada tanggal 12 Mei 1820. Florence Nightingale merupakan keturunan seorang bangsawan dari Inggris.

Pendidikan Florence Nightingale

Saat remaja, ia beranggapan bahwa “menjadi seorang adalah sebuah panggilan”. Oleh karena itu, Florence Nightingale memutuskan untuk mengikuti pelatihan sebagai seorang perawat di Kaiserwertg, German (1851) selama tiga bulan. Meskipun bertentangan dengan pendapat orang tuanya yang menganggap “pekerjaan perawat adalah pekerjaan yang hina” (bagi kaum bangsawan) tetapi keputusan tersebut membawanya pada sebuah pencapaian yang luar biasa.

Pendidikan lanjutan sebagai seorang perawat pun ia jalani (selama dua tahun). Setelah Nightingale menyelesaikan pelatihan, ia kembali ke Inggris dan bekerja di rumah sakit serta bertugas sebagai relawan di institusi yang berkaitan dengan keperawatan.

Pada tahun 1853 Nightingale mendapatkan penghargaan dari ayahnya dan kemudian pindah ke London (Inggris). Di London, Florence Nightingale bekerja sebagai pengawas rumah sakit. Saat itu juga Nightingale memulai pekerjaannya sebagai seorang perawat.

Perang Crimea dan Sejarah Terciptanya Teori

Florence Nightingale pernah bertugas ke Turki bersama 38 perawat lainnya dalam misi bantuan kesehatan pada saat Perang Crimea. Saat tiba di Turki, Nightingale dan teman-temannya dihadapkan pada suatu masalah sanitasi yang buruk dan padatnya jumlah penghuni barack/camp.

Berlatar belakang masalah tersebut Nightingale berusaha untuk mengatasinya dengan mendirikan posko pelayanan keperawatan yang terorganisir, dan membuat program penanggulangan masalah sanitasi lingkungan di barack tersebut. Setiap malam, ia berkeliling dengan membawa lampu kecil untuk memastikan kesehatan korban perang Crimea.

Baca juga  Teori Keperawatan Dorothea E. Orem

Kontribusi Florence Nightingale terhadap keperawatan banyak didokumentasikan. Berbagai prestasi yang telah dicapainya dalam meningkatkan standar perawatan bagi korban perang yang membuatnya dianugrahi gelar “Lady with the lamp”. Usahanya dalam mengubah rumah sakit dan dalam menyusun serta menerapkan kebijakan kesehatan masyarakat telah menjadikannya seorang perawat politikus yang andal. Ia merupakan perawat pertama yang memberikan tekanan politik kepada pemerintah. Selain itu, ia telah mencetuskan teori keperawatan dalam karyanya yang berjudul Notes on Nursing: What it is, and What It is Not (1860/1969).

Teori dan Konsep Keperawatan Florence Nightingale

Model konsep teori Florence Nightingale memposisikan lingkungan sebagai fokus utama dalam asuhan keperawatan dan perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit. Model konsep ini adalah upaya Florence Nightingale untuk memisahkan antara profesi keperawatan dengan kedokteran. Orientasi pemberian asuhan keperawatan atau tindakan keperawatan lebih diorentasikan pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adequate. Upaya teori tersebut dalam rangka untuk menjalankan praktik keperawatan mandiri tanpa tergantung dengan profesi lain.

  • Lingkungan Fisik (Physical Environment)

Merupakan lingkungan dasar atau alami yang berhubungan dengan ventilasi dan udara. Faktor tersebut mempunyai efek terhadap lingkungan fisik yang bersih yang selalu akan mempengaruhi pasien dimanapun dia berada didalam ruangan harus bebas dari debu, asab, bau-bauan. Lingkungan dibuat sedemikian rupa sehingga memudahakan perawatan baik bagi orang lain maupun dirinya sendiri.

  • Lingkungan Psikologi (Psychology Environment)

Kondisi lingkungan yang negatif dapat menyebabkan stress fisik dan dapat berpengaruh terhadap emosi pasien. Oleh karena itu ditekankan kepada pasien menjaga lingkungan fisiknya. Mendapatkan sinar matahari, makanan dan aktivitas manual dapat merangsang semua faktor untuk membantu pasien dalam mempertahankan emosinya.

  • Lingkungan Sosial (Social Environment)

Kumpulan data-data yang spesifik harus dihubungkan dengan keadaan penyakit, karena sangat penting untuk pencegahan penyakit. Dengan demikian, setiap perawat harus menggunakan kemampuan observasinya dalam menghubungkan dengan kasus-kasus penyakit secara spesifik.

Baca juga  Konsep Berubah Menurut Kurt Lewin (1951)

Konsep Sentral Teori

  • Manusia

Terdiri komponen fisik, intelektual, social dan spiritual. Walaupun memang lebih terfokus pada aspek fisik tetapi  tetap saja ide yang di kemukakan tentang seseorang yang sedang sakit mempunyai semangat hidup yang lebih besar  daripada mereka yang sehat.

  • Lingkungan

Lingkungan fisik eksternal yang mempengaruhi proses penyembuhan dan kesehatan meliputi lima komponen lingkungan terpenting, meliputi: udara bersih, air yang bersih, pemeliharaan yang efisien, kebersihan serta pencahayaan lingkungan.

  • Kesehatan

Mendefinisikan kesehatan sebagai merasa sehat dan menggunakan semaksimal mungkin setiap kekuatan yang dimiliki yang merupakan proses aditif, yaitu kombinasi dari factor lingkungan, fisik dan psikologis.

  • Keperawatan

Florence Nightingale memandang keperawatan sebagai ilmu kesehatan, menguraikan dan mengarahkan keperawatan dalam peningkatan dan pengelolaan lingkungan fisik sehingga alam akan menyembuhkan pasien. Oleh karena itu, kegiatan keperawatan termasuk memberikan pendidikan tentang kebersihan lingkungan rumah sakit maupun di rumah.

Seperti itulah teori keperawatan dari Florence Nightingale yang memposisikan lingkungan sebagai fokus dalam asuhan keperawatan. Nantikan artikel seputar kesehatan lainnya hanya di ePerawat.com.

Sumber:

Kurniadi, Deby. 2019. Teori Keperawatan Florence Nightingale. Kudus: ePerawat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here